Pupuk Batubara Futura Lambungkan Sukabumi ke Mancanegara

Pupuk Batubara Futura Lambungkan Sukabumi ke Mancanegara

KASTANEWS.ID, JAKARTA: Pupuk batubara merupakan solusi bagi kebutuhan pupuk dunia yang sudah diakui secara paten di Indonesia dan di Amerika. Pupuk Batubara Futura/Glogens Carbontilizer bahkan telah meraih hak paten dari United States Patent and Trademark Office (USPTO) pada 16 Juni 2020 lalu.

Hal tersebut dikemukakan Komisaris PT. Bursatani Global Niaga sekaligus Pendiri Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB), H. Ayep Zaki, S.E., M.M. saat ikut melepas 14 Ton ekspor produk Pupuk Batubara Futura/Glogens Carbontilizer ke United States Of America (U.S.A.). Pelepasan ekspor Pupuk Futura tersebut dilaksanakan dari lokasi Gedung Utama Sentris Blok F No.1 Desa Cibatu Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu, 9 Februari 2022.

“Ada tiga unsur untuk memenangkan kedaulatan pangan. Diantaranya menjadi offtaker kedelai lokal hasil budidaya petani, terjaminnya bibit yang tersertifikasi, dan yang ketiga yaitu terjaminnya pupuk yang berkualitas,” ungkap Ayep Zaki.

Dipaparkan Dewan Pertimbangan Partai NasDem Kabupaten Sukabumi itu, jika ketiga hal tersebut bisa dikuasai, maka kedaulatan pangan di Indonesia akan terwujud.

“Saat ini saya telah menandatangani MOU dengan Kementerian Pertanian RI, bahwa saya telah diberikan kepercayaan dan tanggung jawab yang besar untuk melakukan budidaya kedelai secara mandiri di Kabupaten Sukabumi seluas 25.000 Hektar,” tegas Ayep.

Ketua Umum FKDB tersebut menjelaskan, hari ini Sukabumi tengah membuat sejarah, artinya Sukabumi sudah masuk ke ranah global di bidang pupuk. Dengan kemampuan mengekspor pupuk artinya Sukabumi sudah bicara global.

“Semangat saya ini adalah semangat kebangsaan. Semangat saya ini adalah untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat Sukabumi melalui peningkatan produktifitas di sektor pertanian,” terang Ayep Zaki.

Sebelumnya, FKDB melalui salah satu perusahaan binaannya, CV Debe Mitra Pratama yang bekerjasama dengan PT Bursatani Global Niaga, PT. Saputra Global Harvest dan Glogens Corporation U.S.A. melakukan ekspor 14 Ton Pupuk Batubara Futura/Glogens Carbontilizer ke Amerika.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Sukabumi, Drs. H. Marwan Hamami, M.M.., Kasubdit Bhabinkamtibmas Korbinmas Baharkam Mabes Polri-Kombes Pol. Nasrun Fahmi, S.H., M.Si., Kepala Dinas Perdagangan & Perindustrian Kabupaten Sukabumi-Drs. H. Aam Ammar Halim, M.Si., Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sukabumi-H. Tendi Hendrayana, S.IP., M.Si., Komisaris PT. Bursatani Global Niaga sekaligus Pendiri FKDB-H. Ayep Zaki, S.E., M.M. dan jajarannya, Direktur PT. Bursatani Global Niaga-R. Umar Hasan Saputra, Direktur PT. Saputra Global Harvest, Direktur PT. Berdy Organik Internasional, Direktur PT. Tumbuh Agro Futura, Pimpinan Cabang Bank Mandiri KC Sukabumi Sudirman, Pimpinan Bank Mandiri Cabang A. Yani, Pimpinan Bank BRI Cabang Cibadak, KASAT Binmas Sukabumi Kota, Kasat Binmas Sukabumi Kabupaten, Camat Cisaat, Kepala Desa Cibatu beserta jajaran dan Tokoh Masyarakat Cibatu.

Dalam sambutannya, Marwan Hamami menyampaikan apresiasi yang luar biasa di tengah pandemik Covid-19, Sukabumi menjadi pusat pembuatan pupuk batubara dan berhasil ekspor ke USA.

“Kabupaten Sukabumi memiliki tambang batubara di Kecamatan Simpenan, mudah-mudahan dengan adanya teknologi pupuk batubara ini, potensi batubara di Simpenan bisa dimanfaatkan. Semoga ekspor ini menjadi satu keyakinan dan dianugerahi oleh Allah SWT, bahwa potensi pupuk yang ada di Sukabumi bisa menyejahterakan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” ucap Marwan.

“Dengan mengucapkan Bismillah, pelepasan ekspor perdana pupuk Batubara ke USA saya nyatakan dimulai,” tambah Marwan.

Direktur Utama PT. Bursatani Global Niaga, R. Umar Hasan Saputra menyampaikan rasa syukur yang luar biasa karena hari ini dapat membuat sejarah dengan melakukan ekspor ke USA.

“Untuk mencapai ini tidak lah mudah. Harapan saya dengan terciptanya pupuk batubara ini semoga dapat menghidupkan kembali bumi dari matinya, artinya pupuk ini harus digunakan dalam memperbaiki lahan rusak, sehingga pemanfaatan lahan untuk pertanian menjadi maksimal,” ungkap Saputra.(rls/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.