Menebar Nilai Moral dan Spiritual, Jokowi Buka R20 di Bali

Menebar Nilai Moral dan Spiritual, Jokowi Buka R20 di Bali

JAKARTA (Kastanews.com)- Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membuka forum Religion of Twenty atau R20 pada 2 November 2022 di Bali. R20 menjadi momentum penting di tengah meningkatnya polarisasi masyarakat dunia.

“R20 akan dibuka Bapak Presiden Jokowi,” kata Ketua Panitia Pelaksana R20 Ahmad Suaedy dalam media briefing R20 di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (18/10/2022).

Ahmad mengatakan R20 yang diinisiasi oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) ini menjadi momentum penting di tengah meningkatnya polarisasi masyarakat dunia. “Tujuan R20 adalah bagaimana agar agama tidak lagi jadi sumber faktor ketegangan, konflik, kekerasan, dan perang itu. Bagaimana agama masuk ke ruang publik menawarkan kemanusiaan, penghormatan minoritas dan perbedaan-perbedaan. Itu misi utama dari R20,” ujarnya.

Pembicara R20, Muhammad Najib Azca, menyampaikan R20 resmi dinyatakan oleh pemerintah Indonesia sebagai official engagement group dalam G20. Karena itu, R20 dicanangkan sebagai agenda tahunan yang menyertai G20.

“R20 pertama kali diselenggarakan dalam sejarah peradaban. G20 berkali-kali belum pernah ada R20. Insya Allah R20 menjadi acara rutin tahunan, menempel dengan G20 atau official engagement event,” katanya.

Sebagai informasi, Forum R20 akan digelar pada 2-3 November 2022 di Bali. Tema yang diangkat yakni Revealing and Nurturing Religion as a Source of Global Solutions: A Global Movement for Shared Moral and Spiritual Values (Menyatakan dan Menjaga Agama sebagai Sebuah Sumber Solusi Global: Gerakan Global untuk Menebar Nilai Moral dan Spiritual).

Isu utama yang akan dikaji dalam forum tersebut terdiri dari beberapa bahasan. Pertama, pengungkapan kebenaran atas kepedihan sejarah. Kedua, perangkulan nilai-nilai mulia yang bersumber dari agama dan peradaban besar dunia. Salah satunya keadilan.

Hal itu perlu dipelajari kembali secara jelas. Ketiga, rekontekstualisasi ajaran agama yang usang dan bermasalah: mengidentifikasi nilai-nilai yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan menjamin koeksistensi damai dan ekologi spiritual.(rah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *