Gobel: Perempuan Harus Rebut Jabatan Publik

Gobel: Perempuan Harus Rebut Jabatan Publik

JAKARTA (Kastanews.com): Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan, Rachmad Gobel, menilai jumlah kaum wanita di jabatan-jabatan publik masih jauh lebih kecil dari proporsi populasinya, yang sekitar 49,5% dari total penduduk Indonesia.

“Masih ada bias gender. Karena itu kaum perempuan harus merebut jabatan-jabatan publik,” ungkap Gobel dalam acara pembukaan Musyawarah Nasional XI Wanita Syarikat Islam di Jakarta, Jumat (9/9).

Acaranya sendiri dibuka Wakil Presiden Ma’ruf Amin secara virtual. Dalam pembukaan munas organisasi yang dipimpin Valina Singka Subekti itu hadir, antara lain, Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam kesempatan tersebut Gobel juga mengatakan, dalam sejarah Indonesia, kaum perempuan memiliki jejak yang kuat. Bahkan di antara mereka ada yang memimpin perang seperti Cut Nyak Dien dan Laksamana Malahayati. Di Jawa, Ratu Kalinyamat menjadi promotor pengiriman armada kapal perang terbesar untuk menyerbu penjajah Portugal di Selat Malaka. Kontribusi kaum wanita itu terus berlangsung hingga kini di berbagai bidang. Namun Gobel menilai, perempuan yang menduduki jabatan publik masih jauh dari proporsinya. Padahal kualitas perempuan Indonesia sama baiknya dengan kaum pria.

Untuk itu, Gobel mengajak para aktivis Wanita Syarikat Islam untuk tidak berhenti berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

“Fokus pada pembangunan kualitas sumber daya manusia. Karena kualitas sumber daya manusia yang unggul akan menjadi pembeda dalam transformasi suatu bangsa,” katanya.

Legislator NasDem dari Dapil Gorontalo itu menyebutkan, bangsa yang unggul adalah bangsa dengan karakter yang kuat. “Bukan yang lembek. Jadilah wanita pejuang,” katanya.

Gobel juga mengingatkan, kondisi geopolitik dunia yang tidak stabil seperti perang Rusia-Ukraina telah mengganggu pasokan barang di seluruh dunia. “Harga-harga jadi naik,” katanya.

Hal itu membutuhkan solusi dari tiap bangsa, termasuk dari Wanita Syarikat Islam.

“Munas ini diharapkan bisa melahirkan konsepsi-konsepsi di bidang sosial, budaya, dan ekonomi,” katanya.

Menurut Legislator NasDem itu, banyak orang berpendapat bahwa Indonesia kekurangan dana. “Itu harus dikoreksi. Jumlah penduduk yang 275 juta serta kekayaan alam Indonesia yang berlimpah merupakan modal yang sangat besar. Yang penting harus bersatu. Seperti lidi, jika bersatu menjadi kuat,” katanya.

Selain itu, Gobel juga mengatakan Wanita Syarikat Islam bisa melahirkan lebih banyak lagi kader-kader bangsa.

“Indonesia sangat membutuhkan partisipasi semua pihak untuk membangun negeri ini,” katanya.(nasihin/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.