BYD dan Wuling Banting Harga Rebut Pasar Otomotif Dunia

BYD dan Wuling Banting Harga Rebut Pasar Otomotif Dunia

Jakarta (Kastanews.com)- Berlomba-lomba ingin jadi yang termurah, berbagai merek mobil China seperti BYD dan Wuling banting harga ingin merebut pasara otomotif dunia.

Seperti dilansir dari Asia Nikkei Minggu (25/2/024), beberapa produsen mobil besar telah mengumumkan penurunan harga secara signifikan, sehingga menarik perhatian media China mengenai masalah ini. Menurut Xinpin Lue Finance, setiap pemain di industri ini memiliki strategi dan tujuan masing-masing yang dapat dianalisis melalui berbagai aspek, termasuk lingkungan industri dan persaingan aktual di pasar.

Pertarungan harga dimulai minggu ini ketika BYD, pemimpin industri NEV China, mengumumkan peluncuran beberapa model termasuk Qin Plus Honor Edition dan Destroyer 05 Honor Edition, dengan harga awal sekitar USD11.000 , sebagai serta penurunan harga untuk model BYD Dolphin baru.

Wuling dan Changan juga menurunkan harga produknya, dimana Wuling Bingo menurunkan harga sekitar 10 persen, sedangkan Changan mengubah harga Qiyuan A05 menjadi sekitar USD10,300 , dibandingkan harga sebelumnya, mulai dengan harga sekitar USD12.300.

Nio juga ikut serta dengan menawarkan diskon untuk seluruh lini produknya. Bahkan, Buick, merek di bawah SAIC General Motors, juga mengumumkan penurunan harga atau subsidi untuk beberapa model pada 19 hingga 29 Februari. Menurut laporan China Securities Journal, perang harga di pasar kendaraan energi baru Tiongkok terutama terfokus pada segmen kendaraan hibrida plug-in.

Langkah BYD yang menurunkan harga model plug-in hybrid, lebih rendah dari harga kendaraan bertenaga bahan bakar, dinilai merupakan serangan signifikan terhadap pasar sedan kelas A. Analisis yang dilakukan oleh Ping An Securities menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan perusahaan-perusahaan NEV terkemuka akan menghadapi tekanan pada tahun 2024 dengan persaingan yang ketat di industri NEV yang menuntut para pembuat mobil untuk tidak hanya mempertahankan pangsa pasarnya tetapi juga memperluas wilayahnya.

Oleh karena itu, perang harga yang didorong oleh perusahaan-perusahaan tersebut diperkirakan akan terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama.(rah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *