Selamat Jalan Agus Salim

Selamat Jalan Agus Salim

KASTANEWS.ID, SUDUT SEPI: Sebuah harap akan kesembuhannya, mendadak lenyap hanya tidak lebih dari 30 menit kabar Agus Salim akan dipindah ke Rumah Sakit Koja Jakarta Utara.


Tepat pada pukul 16:55, (25/1) sebuah chat dari Ketua Kelas Abadi 3A3-1, SMA 82 Jakarta, Angkatan 1987, Ery Belseran, muncul di layar handphone.

“Turut Berduka Agus sudah meninggal,” tertulis dalam chat itu pendek. “Saya barusan telp Anaknya,” sambung Ery pada chat berikutnya.

Sontak kabar duka itu menyeruak di whatsapp group kelas kami yang di dalamnya ada Agus Salim (alm) menjadi anggotanya.

Pernyataan sedih yang dalam dan kiriman doa serta permohonan ampunan akan dosa-dosa almarhum menerobos langit. Semoga saja limpahan doa-doa itu diijabah Sang Khalik. Amiinn.

Hari telah senja. Kabar duka masih menyeruak di segenap ruang-ruang tempat Almarhum pernah singgahi. Alumni SMP 12 Jakarta, Alumni SMA 82 Jakarta, teman-teman SD Almarhum juga saudara dan kerabat.

Malam datang. Sebagian dari teman menyempatkan diri untuk melayat Almarhum. Duka menyelimuti kediaman Almarhum.

“Nama: Agus Salim bin Ibrahim, dimakamkan sesudah Lohor. Alamat rumah Agus: Jalan H Buang RT.003 RW.007 No.30 Ulujami Pesanggrahan,” tulis Ery pada pukul 18:55.

Chat tersebut untuk memberi petunjuk bagi teman-teman yang ingin melayat pada malam itu.

Namun ternyata, kabar susulan menyatakan Almarhum akan dimakamkan di Pemakaman Umum Sanjaya Jalan Senjaya I No.5, RT.5/RW.2, Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110 dan diberangkatkan dari kediaman Almarhum pada pukul 10.00.

Berbagai foto dalam perjumpaan terakhir berhamburan. Khususnya saat Reuni Akbar SMP 12 Jakarta yang memang baru dilangsungkan belum lama. Serta sebuah foto terakhir saat menghadiri perkawinan anaknya sahabat yang lain, Syam Hadi Wibowo

Pagi datang. Ery hadir di kediaman Almarhum untuk memberikan uang duka cita yang dikumpulkan teman-teman seangkatan dari SMA 82 Daha Jakarta.

Siang harinya, lebih dari 20 teman Almarhum sudah menunggu di Pemakaman Umum Sanjaya. Baik Alumni SMP 12 Jakarta maupun Alumni SMA 82 Daha Jakarta. Beberapa kerabat Almarhum juga sudah ada yang datang lebih dulu.

Tempat peristirahatan Almarhum telah disiapkan. Sebuah tenda biru usang memayungi liang lahat yang sudah digali sejak pagi. Liang lahat itu terletak agak di sudut sebelah kanan pemakaman tersebut. Beberapa petugas penggali kubur tampak di sekitar makam. Selain membersihkan rerumputan yang memenuhi sekitar makam, rupanya liang lahat itu juga masih tersisa air sisa hujan malam harinya.

Sebelum Dzuhur tiba, iring-iringan Ojek On Line menyeruak keheningan. Dibelakngnya, sebuah ambulance meraung-raung, seolah mengumumkan Almarhum Agus Salim telah tiba.

Perlahan, keranda diturunkan dari mobil. Bergantian, satu per satu sahabat menggotong keranda itu.

Tapak demi tapak sahabat membelah makam makam yang kurang beraturan posisinya. Hujan tadi malam membuat tanah menjadi becek. Dengan sedikit susah payah, sambil melangkahi makam makam yang ada, keranda itu sampai juga di sisi liang lahat.

Pembungkus keranda hijau dibuka. Perlahan Almarhum diturunkan ke dalam liang lahat. Adzan dikumandangkan. Doa-doa kembali bertaburan seiring bebungaan yang memenuhi tanah pekuburan.

Ke dua anak Almarhum terus terisak. Pedih tak tertahankan, menyaksikan ‘Papah’ harus sendiri di bawah sana. Dalam gelap. Dalam sempitnya ruang.

Agus Salim, kau sahabat kami. Pergilah dengan tenang. Tugasmu berjuang telah usai. Kini giliran kami.

Semoga semua dosa diampuni dan semua kebaikanmu diberi imbalan yang setimpal.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *