Pidato Surya Paloh Dinilai Bentuk Kritik Pada Realita Politik

Pidato Surya Paloh Dinilai Bentuk Kritik Pada Realita Politik

JAKARTA (Kastanews.com)- Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Willy Aditya mengatakan, pidato Surya Paloh di Universitas Brawijaya beberapa waktu lalu merupakan sebuah bentuk kritik terhadap realita politik yang terjadi.
Politik identitas yang muncul pada beberapa pemilu terakhir telah merusak esensi dan tujuan diadakannya pemilu. “Bahasanya itu semacam bukan gugatan, tetapi refleksi yang sarkas-lah. Buat apa kita berpemilu, tapi kita membubarkan republik kita, membubarkan tatanan sosial yang selama ini,” ujar Willy di Jakarta, Rabu (27/7).
Surya Paloh memberikan pidato saat menerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) bidang Sosiologi Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB). Surya mengkritik pemilu yang justru menghadirkan perpecahan di masyarakat.
Willy menilai pernyataan Surya Paloh merupakan hal yang lazim disampaikan dalam forum akademik yang terbuka untuk diuji.
“Tapi ingat, jangan putus antara teks dan konteks. Apa yang disampaikan Pak Surya itu bukan sebuah tawaran politik, bukan ya. Tapi itu tawaran yang sifatnya akademis,” tandasnya.
Surya Paloh melihat praktik demokrasi secara realita telah melahirkan dampak pembelahan yang sangat serius di masyarakat. Atas dasar tersebut, Surya mengajak seluruh elemen untuk merefleksikan diri kembali tentang tujuan utama dari penyelenggaraan pemilu.
“Nah, Pak Surya melihat ada yang salah. Itu yang kemudian menjadi refleksi dan autokritik Pak Surya terhadap proses berdemokrasi sejauh ini,” kata Wakil Ketua Badan Legislasi DPR itu.
Willy menambahkan, pernyataan Surya Paloh tersebut tidak bisa direspons secara politik. Ia menilai respons politik yang timbul dari pidato tersebut dapat menimbulkan turbulensi dalam tatanan demokrasi. “Dalam dunia akademis bisa berdebat apa saja. Saat ini, pemilu menjadi problem tersendiri,” pungkas Willy.(rls/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.