Pembangunan IKN Libatkan BUMN Karya

Pembangunan IKN Libatkan BUMN Karya

SLEMAN (Kastanews.com): Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan proyek strategis negara yang saat ini dibangun oleh sejumlah perusahaan BUMN. Salah satu yang ditugaskan adalah Adhi Karya, sebagai BUMN Konstruksi dengan kredibilitas yang kuat di Indonesia.

Adhi Karya ditugaskan sebagai kontraktor pembangunan IKN dengan empat kontrak pembangunan, yakni 22 Tower untuk Hunian Pekerja Konstruksi IKN, Pelindung Fender Jembatan Pulau Balang, Jalan Tol Seksi 3A Segmen Karangjoang-KTT Kariangau, dan terbaru Rumah Tapak Kedinasan di IKN.

“Jadi pembangunan fisik IKN dibangun oleh perusahaan negara. Dengan pelibatan BUMN, performa perusahaan meningkat, menyerap tenaga kerja lokal. Yang paling penting, ada kebanggaan sebagai kontraktor yang dipercaya membangun identitas baru bagi bangsa kita,” kata Anggota Komisi VI DPR RI Subardi saat menjadi narasumber Sosialisasi BUMN bertajuk “BUMN Karya Memberikan Kontribusi Dalam Pembangunan IKN,” di Balai Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, DIY, Kamis (9/2).

Adhi Karya sebagai perusahaan konstruksi milik negara memiliki reputasi besar sejak berdiri tahun 1960. Saat ini, pembangunan oleh Adhi Karya tengah mengerjakan Hunian Pekerja Konstruksi di IKN. Pembangunan ini menggunakan Teknologi Modular yang merupakan karya anak bangsa. Konstruksi Rumah Susun dengan menerapkan teknologi fabrikasi hunian modular dapar membuat proyek hunian untuk pekerja Konstruksi lebih cepat dibangun serta layak huni.

Proyek tersebut terdiri dari 22 tower, memiliki empat  lantai yang dapat menampung 17.000 pekerja atau minimal 15.600 tenaga kerja. Fasilitas yang disediakan mencakup meubelair, unit kesehatan, kantin, toko, tempat ibadah, dan building management.

Menurut Legislator NasDem dari Dapil DIY itu, pelibatan BUMN dalam pembangunan IKN sangat tepat. Sejak awal perencanaan pembangunan ibu kota baru hingga pembuatan undang-undang, IKN membawa semangat nasionalisme yang kuat. Semangat tersebut kini direalisasikan dengan pelibatan seluruhnya oleh perusahaan negara. Bagi Subardi, konsep pembangunan IKN merupakan gotong-royong. Semangat tersebut perlu didukung oleh segenap pihak.

“IKN bukan sekedar membangun infrastruktur saja, tetapi membangun peradaban baru, era baru. Pembangunan itu sedang dirancang oleh anak-anak bangsa melalui BUMN Adhi Karya,” terang legislator fraksi NasDem itu.

Pembangunan megaproyek IKN dilakukan bertahap dan membutuhkan waktu 15-20 tahun hingga tahun 2045. IKN mengusung konsep Future Smart Forest City atau “kota pintar hijau” sehingga tetap memperhatikan wawasan lingkungan dan konservasi alam. Konsep lingkungan akan menjadikan IKN sebagai simbol baru Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya alam, ramah lingkungan, penggunaan energi hijau, dan tata kota yang modern.(rls/nk/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *