Kemenkominfo Gelar Ignition untuk Tumbuhkan Startup Digital Baru

Kemenkominfo Gelar Ignition untuk Tumbuhkan Startup Digital Baru

KASTANEWS.ID, JAKARTA : Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) lewat Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, menggelar kegiatan Ignition di Nusa Dua, Bali, dengan tema utama fintechsmart city, dan pariwisata, pada (25/9/2021).

Kegiatan yang diselenggarakan secara daring dan luring ini ditujukan kepada masyarakat yang memiliki minat terhadap inovasi teknologi digital dan ingin merintis sebuah startup digital.

Ignition merupakan tahapan awal dari rangkaian program pembinaan startup bagi pemula yang diinisiasi oleh Kemenkominfo. Tahapan tersebut bertujuan menumbuhkan minat masyarakat untuk memahami tentang pola pikir dan wawasan terhadap ekosistem startup digital Indonesia.

Sebagai pembicara Ignition, diantaranya Menkominfo, Johnny G. Plate sebagai keynote speaker, Aswin T. Utomo (CIO & Chief of Staff Technology, Tokopedia), Cisyelya Bunyamin (VP Accommodation, Tiket.com), Tessa Wijaya (Founder & COO, Xendit), Pamitra Wineka (CEO, Tanihub), Rama Mamuaya (Founder & CEO, DailySocial), William Gozali (Chief Investment Officer, BRI Ventures), Italo Gani (Managing Partner, Impactto), Moh. Bijaksana J. (Founder & CEO, Waste4Change), Yudhistira Nugraha (Kepala BLUD, Jakarta Smart City), dan Muhammad Neil EL Himam (Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).

Para pembicara yang berasal dari latar belakang startupunicorn, regulator serta akademisi diharapkan bisa memberikan gambaran lebih gamblang mengenai peluang, tantangan, dan potensi dalam ekosistem digital.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan jika pandemi telah memaksa masyarakat bertransformasi digital dengan mengadopsi ragam solusi aplikasi di gawai untuk memudahkan kehidupan sehari-hari.

Situasi ini dikatakannya membuka pandangan baru tentang pentingnya ekosistem startup digital untuk menjadi lebih inklusif dengan melibatkan lebih banyak anak muda dari berbagai latar belakang pendidikan dan keterampilan karena keberagaman itu yang menjadi modal agar inovasi dapat tercipta.

“Industri startup yang dulu hanya diminati anak-anak IT, kini mulai diminati juga dari berbagai latar belakang lain. Inklusivitas dibutuhkan dalam ekosistem startup agar solusi yang dihasilkan juga lebih memenuhi kebutuhan masyarakat yang beragam,” tutur Semuel.

Lebih lanjut mengenai gerakan ini, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital merupakan upaya mendorong perkembangan ekosistem startup digital untuk membawa dampak kesejahteraan masyarakat luas.

Program ini memiliki 6 tahapan, yaitu Ignition, Networking, Workshop, Hacksprint, Bootcamp, hingga Incubation. Dengan menyelesaikan setiap tahapan, peserta berkesempatan untuk dapat menghasilkan produk purwarupa atau yang disebut juga dengan minimum viable product (MVP). Harapannya, dari Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini akan lahir berbagai startup baru yang berdaya untuk memberi solusi bagi masyarakat.

Sejak 2016, Gerakan 1000 Startup Digital sudah menjaring lebih dari 85.000 calon pendiri startup dan merintis lebih dari 1160 startup. Program ini juga telah melibatkan lebih dari 400 mentor dan 300 penggerak lokal dari berbagai bidang.

Masyarakat yang ingin mengikuti perkembangan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dan hadir ke kegiatan Ignition dapat mengikuti secara daring melalui aplikasi “1000 Startup Digital” yang bisa diunduh di laman 1000startupdigital.id/aplikasi. (Yudistira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.