Buka Café gak Harus Jago Masak

Buka Café gak Harus Jago Masak

KASTANEWS.ID, BOGOR: KALAU disebut nama yang ada di kartu pelajar atau KTP, mungkin banyak orang yang mesti mikir dulu. Meskipun dia temen sekelas waktu di SMA 82Daha Jakarta. Nih, namanya Sari Sarwasti. Jujur, cuma berapa orang yang kenal nama itu. Hakul yakin paling cuma beberapa temen yang masih inget sama nama itu. Tapi, kalau disebut nama IYENK.. yaqul yakin hampir semua temen pasti inget.

Iyenk ini lulusan angkatan ’87 di 82Daha. Dulu waktu kelas 1 dia sekolah siang. Kelasnya 1.4. Tapi di kelas 3 digabung ke kelas 3.A3.1.

Selepas lulus dari 82Daha, Iyenk ngelanjutin pendidikannya di Akademi Sekretaris LPK Tarakanita sampai tahun ’90. Abis itu, Iyenk sempet bekerja di beberapa kantor swasta. Kalau enggak salah, 4 atau 5 kantor sempat dijalanin perempuan yang kini berhijab sampai akhirnya memutuskan untuk berhenti ‘ngantor’ di tahun ‘90.

Dalam perjalanan hidupnya, suatu waktu Iyenk bertemu teman lama dan hasil obrolah terbersit ide membuka cafe. Konsep yang mau diambil adalah tongkrongan anak muda sehingga menu yang dipilih adalah menu cocok dinikmati sambil nongkrong seperti roti bakar, pisang bakar, nasi goreng, mie ayam dll.

 

Kebetulan orang tua mempunyai lahan yang bisa dipakai di Bogor, jadi inilah alasan mengapa café ini dibuka di kota hujan ini tepatnya di Jl. RE Martadinata no. 1 Bogor.

Niat ditancapkan, rencana dimatangkan, kerja keras yang kemudian melaksanakannya. Café yang dikasih nama d’mitpoin itu akhirnya didirikan pada akhir Maret 2017.

Awalnya, d’mitpoin dibantu 2 orang karyawan. Cuma karena kebutuhan tenaga kerja bertambah berkat pelanggan yang mulai membludak, sekarang Ibu dua anak ini punya 4 karyawan.Temen-temen sekelas Iyenk, 3.A3.1, Kamis kemarin sempat singgah dan mencicipi hidangan di café d’mitpoin. Beberapa temen sempet mencoba beberapa menu sekaligus. Mulai dari Sate Bomboe Ayam, Nasi Goreng, Tortilla Sasla Deep, kopi Bali, dan macem macem lagi. Nyaris semua kekenyangan. Karena menu yang dihidangkan ternyata enak-enak.

“Manteb yenk, ini kenapa semua yang gue pesen enak-enak ya..?” ujar Lita yang sore itu sengaja bela belain naik commuterline supaya bisa nyicipin menu café d’mitpoint di Bogor.

Nah, jadi kalau temen-temen alumni 82Daha yang tinggal di Bogor, boleh tuh rajin-rajin mampir ke d’mitpoin. Bilang aja, saya juga alumni 82Daha lho. Yakin pasti dilayanin. Bukankah sesame alumni 82Daha mesti saling support.  Kalau yang kangen sama Iyenk dan bikin reunion kecil-kecilan, boleh juga kumpul-kumpul di sana.

Sejak dibuka Maret kemarin, d’mitpoin lumayan udah punya pelanggan. Malah kalau malem Sabtu, suka penuh cafenya. Dari buka café itu, Iyenk ngakunya sih lumayan buat pemasukan sehari-hari. Padahal sih, kayaknya bisa buat nyicil mobil baru, he he he.

Tapi yang jelas, sekarang ini Iyenk masih harus terus kreatif memasarkan d’mitpoin buat ngejar Break Event Point (BEP) yang ditargetkan dua tahun ke depan.

“Kadang kesempatan tidak datang 2 kali. Sebagai seorang yang tidak hobi masak namun pada saat mendapat tawaran untuk buka cafe, saya pikir tidak ada salahnya dicoba. Jika ada kemauan dan kesempatan ternyata segala hal yang tidak mungkin pun dapat terjadi. Intinya jangan takut untuk mencoba!,” ujar Iyenk seperti menyemangati di antara kita.

Dan yang pasti, ada banyak teman setia yang selalu siaga mensupport teman lain.(82Daha/1252017)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *