Aam Dorong Tiga Potensi Wisata di Probolinggo 

Aam Dorong Tiga Potensi Wisata di Probolinggo 

KRAKSAAN (Kastanews.com)-KRAKSAAN (3 Agustus): Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mohammad Haerul Amri mendorong wilayah Probolinggo agar menjadi destinasi wisata strategis di Jawa Timur. Majunya pariwisata akan berimbas pada tumbuhnya industri ekonomi kreatif.

Menurut Aam sapaan akrab Haerul Amri, Probolinggo memiliki tiga potensi wisata yang besar. Yakni potensi wisata alam, wisata religi, dan wisata budaya.

“Pertama ada destinasi wisata alam seperti arung jeram dengan segala potensi yang ada. Bisa juga dikembangkan ekonomi kreatif, kemudian  dengan berjualan buah mangga dan lainnya. Perlu juga adanya kesadaran antara warga, Dinas Pariwisata dan juga stakeholder setempat,” kata Aam dihadapan pelaku ekonomi kreatif, di Kraksaan, Probolinggo, Jatim, Selasa, (2/8).

Selanjutnya, imbuh Aam, adalah potensi wisata religi. Probolinggo memiliki ribuan destinasi wisata religi, bahkan hampir di setiap desa memilikinya. Ia mencontohkan, seperti makam bupati pertama yang terletak di belakang Masjid Agung Probolinggo, Buju’ yang terletak di Bukit Bentar, dan Situs Minak Jinggo.

“Dalam perjalanan, saya kumpulkan beberapa referensi ilmiah untuk mendapatkan informasi yang valid soal wisata religi. Di antaranya yang membuat saya bergerak untuk perjuangkan adalah soal sarana fasilitasnya yang kurang memadai. Saya dengan Kemenparekraf berkomitmen untuk lakukan revitalisasi fasilitas yang layak,” tandas Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur II (Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Pasuruan) itu.

Selanjutnya adalah potensi wisata budaya. Aam menegaskan, Gunung Bromo sudah menjadi obyek wisata prioritas nasional, maka perlu kesadaran bersama untuk menjaga kebudayaan dan konservasi lingkungan.

“Jadi yang saya perjuangkan bukan hanya soal objek wisatanya, tapi juga konservasi lingkungannya,” tandas Aam.

Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai NasDem itu menegaskan, konservasi kebudayaan dan kelestarian lingkungan harus tetap dijaga di tengah usaha memajukan pariwisata.

“Warga Probolinggo harus punya tanggung jawab bersama, siapapun wisatawannya, siapapun pelaku ekonomi kreatifnya, yang terpenting adalah konservasi dan kearifan lokalnya harus dijaga,” tegas Aam.(rls/*)

(RO/Dis/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *