Zainudin Amali Mundur, Dana Pelatnas SEA Games Belum Cair

Zainudin Amali Mundur, Dana Pelatnas SEA Games Belum Cair

JAKARTA (Kastanews.com) – Zainudin Amali hari ini resmi mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Keputusan yang diambil kurang dari 60 hari menjelang SEA Games 2023 Kamboja mendapat sorotan beragam. Amali mundur dari jabatan Menpora setelah melayangkan surat yang dikirim ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Kamis (9/3/2023).

Alasannya, Amali akan fokus membenahi sepak bola nasional sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI). “Pagi ini Saya baru saja ketemu dengan Pak Mensesneg (Pratikno). Saya mengantarkan surat permohonan pengunduran diri Saya dari posisi Menteri Pemuda dan Olahraga,” kata Zainudin di Gedung Kemensetneg, Jakarta, Kamis (9/3/2023).

Zainudin Amali mendapat sorotan karena Indonesia akan berlaga di SEA Games 2023 Kamboja, 5-17 Mei 2023. Apalagi, persiapan masing-masing cabang olahraga (cabor) disebut menemui kendala lantaran dana pelatnas yang belum cair. Tengah pekan ini sejumlah pengurus induk cabang olahraga mengutarakan keluhannya perihal anggaran pelatnas dari Kementerian Pemuda dan Olahraga hingga saat ini belum cair.

Adapun mereka merogoh anggaran secara mandiri untuk tetap melanjutkan pelatnas tanpa putus sejak tahun lalu. Dari cabang olahraga renang misalnya, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Ali Patiwiri di sela Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia 2023, menuturkan, tahun ini pihaknya belum menerima anggaran dari pelatnas.

Padahal, SEA Games 2023 sudah di depan mata. ”Tahun ini, kami belum menerima anggaran pelatnas. Jadinya, kami mencari anggaran mandiri. Itu buang waktu dan energi. Apalagi anggaran yang didapat tidak bisa maksimal dan federasi juga ada keterbatasan untuk memenuhinya. Belum lagi kami membina banyak atlet, ada 23 atlet renang dengan satu pelatih asing dan masing-masing 18 atlet untuk tim polo air putra-putri dengan dua pelatih asing,” ujar Ali Patiwiri.

Ali mengatakan, pihaknya telah mengajukan proposal anggaran bantuan pelatnas dan melakukan review bersama tim Kemenpora beberapa waktu lalu. Proposal itu sudah disetujui tetapi belum tahu pasti kapan penandatanganan nota kesepahaman (MOU). PRSI berharap anggaran itu bisa cair secepatnya.

Apalagi mereka akan melakukan try out di luar negeri, seperti tim renang latihan dan bertanding di Singapura pada pertengahan Maret, serta latihan dan bertanding di Malaysia selama pada awal April.(rah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *