Ratih Singkarru : Menangkan Pemilu adalah Hasil Proses Panjang

Ratih Singkarru : Menangkan Pemilu adalah Hasil Proses Panjang

Kastanews.id, Jakarta (20/9) : Kelompok gerakan sosial politik, SocDem Asia, menyelenggarakan webinar pelatihan manajemen politik bagi kaum muda di Asia, Sabtu (18/9),  dengan tema Winning Elections (Memenangkan Pemilu).

Pembicara dalam webinar tersebut di antaranya, anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ratih Megasari Singkarru, anggota parlemen, Majelis Legislatif Negara Bagian Selangor, Michelle Ng, dan Kepala Staf Kantor Gubernur Kepulauan Dinagat Filipina, Josel Gonzales.

Dalam paparannya, anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ratih Megasari Singkarru menceriterakan mengenai perjalanan awal terjun ke dunia politik praktis yang bermula dari keterlibatannya secara aktif dengan komunitas sosial, di antaranya komunitas pemerhati kesehatan anak. Namun, Ratih berpikir kegiatannya dalam hal sosial belum cukup.

“Saya merasa masih banyak yang harus dilakukan dan apa yang dapat saya bantu seharusnya tidak hanya untuk sektor sosial atau kesehatan, karena banyak lagi seperti ketimpangan dalam pendidikan, infrastruktur dan potensi terbesar orang-orang untuk berkembang,” ujar dia.

Hal tersebut, sambung Legislator NasDem dari Dapil Sulawesi Barat itu, yang memicunya untuk secara langsung terjun ke dunia politik. Didukung sang suami dan keluarga, Ratih bertekad memperbaiki keadaan sosial lewat jalur politik.

“Saya pikir dengan pemikiran untuk terjun ke politik, saya melihat hal-hal yang lebih besar untuk diperbaiki. Beberapa orang menyampaikan pesan sebelumnya, tentang kebutuhan mereka dan kemudian juga untuk memecahkan masalah yang lebih besar dan rumit, tetapi hanya dengan keputusan besar untuk bisa membuat itu terjadi,” jelas dia.

Legislator NasDem ini juga menyinggung masalah keterwakilan perempuan dalam dunia politik. Ratih menyoroti pada Pemilu Legislatif 2014, hanya ada 17,3% perempuan yang bisa menjadi anggota parlemen.

“Jadi ada pertanyaan, bisakah seorang wanita muda seperti saya yang tidak memiliki catatan politik atau apa pun?  Apakah akan sia-sia? Anda tahu, pertanyaan-pertanyaan semacam itu, mulai muncul di benak saya. Dan sekali lagi, saya harus mengatakan saya sangat berterima kasih atas semua dukungan dan partisipasi,” tambahnya.

Namun hal tersebut tidak menggoyahkan niat wakil rakyat dari dapil Sulawesi Barat itu. Terbukti pada Pemilu Legislatif 2019, dia berhasil melenggang ke Senayan dengan predikat salah satu anggota termuda (29 tahun).

Ratih yang pernah meraih penghargaan Warrior Mom dari Cosmopolitan 2018 ini, membagi kiat-kiat dalam berpolitik dan memenangkan pemilu. Di antaranya terkait pemilihan partai politik.

Ia berpendapat bahwa pemilihan partai begitu penting karena harus sesuai dengan visi dan energi yang kandidat bawa.

“Partai NasDem bagi saya bisa menjawab apa yang saya inginkan, tentang kesamaan visi,” tegas Ratih.

Tentang pemetaan data terkait pemilu, seperti kekuatan kandidat lain, pembentukan sebuah tim, dan prioritas area kampanye Ratih mengaku terlibat di setiap area.

“Yang tidak kalah pentingnya adalah, bagaimana kami harus mengelola anggaran, dan bahkan setelah kami berhasil menanam semua sejak dini,” urainya.

Terakhir, Ratih menggarisbawahi tentang bagaimana proses memenangkan pemilu adalah hasil dari proses jangka panjang, tidak bisa secara instan. Ia dalam masa kampanye juga memanfaatkan media yang efektif dan efisien yaitu internet dan media sosial.

“Memenangkan sebuah pemilu tidak bisa dengan proses yang instan. Hasil yang didapat adalah melalui proses jangka panjang. Kami pada 2019, memakai cara-cara kampanye yang efektif dan efisien lewat internet, media sosial seperti Instagram. Itu tergolong hemat anggaran dan terbukti efektif,” pungkas Ratih. (Yudistira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.