Bang Tyo Dorong BUMN Optimalkan Belanja ke UMKM

Bang Tyo Dorong BUMN Optimalkan Belanja ke UMKM

SUNGAI LIAT (Kastanews.com): Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Zuristyo Firmadata mendorong perusahaan BUMN untuk mengoptimalkan belanja kepada sektor UMKM. Terlebih kini telah terbentuk ekosistem Pasar Digital UMKM (PaDi UMKM).

PaDi UMKM adalah platform digital yang mempertemukan UMKM dengan BUMN guna mengoptimalkan, mempercepat dan mendorong efisiensi transaksi belanja BUMN pada UMKM, serta memperluas dan mempermudah UMKM mendapatkan akses pembiayaan.

Di samping itu, bagi Kementerian BUMN platform tersebut akan membantu monitoring belanja BUMN pada UMKM. Perusahaan BUMN dapat melakukan belanja secara digital sehingga lebih cepat, transparan, dan meningkatkan efisiensi.

“Dengan masuknya UMKM dalam ekosistem PaDi UMKM, tentunya dapat memperluas jaringan secara online, meningkatnya penjualan atas peningkatan transaksi, serta menjadi suatu experience dalam memasuki dunia transaksi digital,” ujar Zuristyo dalam sosialisasi ‘Komitmen BUMN dalam Mengembangkan UMKM melalui Ekosistem Pasar Digital’, di Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (10/12).

Sosialisasi tersebut terselenggara atas inisiasi Zuristyo bekerjasama dengan Yayasan Kebajikan Anak Wangka, Kementerian BUMN dan PT. Timah (Tbk).

Legislator dari Dapil Bangka Belitung ini mengatakan, melalui PaDi UMKM para pegiat UMKM juga akan mendapatkan kemudahan akses pembiayaan dari BUMN, yang artinya hal ini juga membawa dampak pada peningkatan penyaluran kredit bagi BUMN penyalur pembiayaan.

“Ada sembilan BUMN yang terlibat dalam pengembangan PaDi UMKM. Telkom yang juga sebagai aggregator PaDi UMKM, dan delapan BUMN lainnya adalah Pertamina, Pupuk Indonesia, BRI, Pegadaian, PNM (Permodalan Nasional Madani), Pembangunan Perumahan, Waskita Karya, dan Wijaya Karya,” tandasnya.

Berdasarkan data BPS tahun 2020, pelaku usaha UMKM di Provinsi Bangka Belitung berjumlah 183.796. Zuristyo pun turut mendorong para pelaku UMKM di Bangka Belitung untuk terintegrasi ke dalam PaDi UMKM.

“Ini agar UMKM dapat menguasai pasar dalam negeri dengan karya-karya bermutu tinggi yang punya daya saing global. Dengan begitu UMKM akan naik kelas seiring dengan perannya sebagai penyokong ekonomi bangsa kita,” tukasnya.(RO/dis/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *