SUKABUMI (KASTANEWS.COM) : Genap satu tahun memimpin Kota Sukabumi, Wali Kota H. Ayep Zaki mencatatkan deretan capaian yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, Ayep Zaki bergerak cepat melakukan pembenahan dan percepatan pembangunan di berbagai sektor.
Hasilnya terlihat dari capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) daerah sepanjang periode 2024–2026. IKU menjadi salah satu tolok ukur penting dalam menilai keberhasilan pembangunan, karena mencerminkan kualitas layanan publik, kesejahteraan masyarakat, hingga tata kelola pemerintahan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dari total 26 indikator pembangunan, sebanyak 20 indikator telah tercapai 100 persen, sementara enam indikator lainnya berada di atas 80 persen. Capaian ini menegaskan arah kebijakan pembangunan Kota Sukabumi berada pada jalur yang tepat dan terukur.
“Capaian ini menunjukkan bahwa pembangunan Kota Sukabumi berjalan konsisten dan terarah,” ujar Ayep Zaki.
Selain indikator pembangunan, Kota Sukabumi juga menorehkan prestasi melalui 131 penghargaan yang diraih sejak Ayep Zaki memimpin, mulai dari tingkat Provinsi Jawa Barat, nasional, hingga internasional.
Salah satu perubahan yang paling dirasakan warga adalah meningkatnya kebersihan dan kenyamanan kota. Berdasarkan penghitungan Bappeda, Kota Sukabumi kini semakin mendekati kategori kota yang layak huni.
Perbaikan ini dilakukan melalui penguatan layanan kebersihan, penataan ruang kota, serta optimalisasi sarana dan prasarana publik.
Kualitas hidup masyarakat pun menunjukkan tren membaik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sukabumi meningkat dari 77,69 pada 2024 menjadi 78,31 pada 2026. Indeks pendidikan dan usia harapan hidup juga terus naik, mencerminkan penguatan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi pembangunan manusia.
Di sektor infrastruktur, pembangunan dipercepat dengan orientasi pada kebutuhan warga. Indeks kepuasan layanan infrastruktur dan indeks kota layak huni terus mengalami peningkatan, sejalan dengan upaya menghadirkan kota yang tertata, bersih, dan ramah.
Aspek rasa aman dan ketertiban umum juga menunjukkan hasil positif. Indeks rasa aman, kerukunan umat beragama, serta penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum (trantibumlinmas) mengalami peningkatan, menandakan kondisi sosial Kota Sukabumi tetap kondusif di tengah dinamika pembangunan.
Pada sektor sosial ekonomi, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dan pengangguran dijaga tetap terkendali. Pertumbuhan ekonomi juga tercermin dari meningkatnya PDRB per kapita, yang naik signifikan hingga 2026. Ayep Zaki menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
“Pembangunan ekonomi harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kota Sukabumi juga terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui penguatan layanan pemerintahan berbasis elektronik. Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan indeks pelayanan publik terus meningkat, menandai komitmen menghadirkan layanan yang cepat, transparan, dan mudah diakses.
Tak hanya itu, Kota Sukabumi berhasil mempertahankan predikat Kota Sangat Inovatif berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri. Inovasi daerah, reformasi birokrasi, dan sistem merit aparatur terus diperkuat untuk menciptakan pemerintahan yang profesional dan melayani.
Ayep Zaki menegaskan bahwa seluruh percepatan pembangunan dilakukan semata-mata untuk kepentingan masyarakat.
“Pembangunan tidak boleh berjalan lambat. Kita harus bergerak cepat, tepat, dan berpihak kepada kebutuhan warga,” ujarnya.
Dengan tren peningkatan di hampir seluruh indikator strategis, Kota Sukabumi kini bergerak menuju kota yang lebih bersih, nyaman, aman, dan berdaya saing. Satu tahun kepemimpinan Ayep Zaki menjadi fondasi kuat bagi pembangunan berkelanjutan yang diharapkan semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Kota Sukabumi. (*/WH)
