JAKARTA (KASTANEWS.COM)- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan hingga saat ini belum ada penunjukan secara resmi pejabat sementara Direktur Utama BEI pascamundurnya Iman Rachman pada pekan lalu, Jumat (30/1).
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, hingga saat ini manajemen belum bisa mengumumkan siapa sosok pengganti sementara pejabat sementara. Sebab ada beberapa proses yang dilakukan sebelum penunjukan resmi pejabat sementara.
“Kami masih belum dapat mengeluarkan pernyataan resmi karena masih terdapat proses yang masih harus dijalankan,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Senin (2/2/2025).
Meski demikian, Kautsar mengatakan proses operasional sementara masih tetap berjalan normal sambil penunggu pengumuman resmi penunjukan Direktur Utama sementara Bursa Efek Indonesia. “Kami memastikan proses pengambilan keputusan dan operasional masih berjalan dengan normal dan tidak terganggu terkait hal ini,” tambahnya.
Iman Rachman resmi mengundurkan diri pada Jumat 30 Januari 2026. Hal ini merupakan dampak dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8 persen dan sempat mengalami trading halt selama 2 hari berturut-turut pada 28-29 Januari 2026. Iman mengatakan, pengunduran diri ini bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi belakangan di pasar.
Iman berharap pengunduran dirinya dari bangku Direktur Utama akan membuat pasar lebih baik dan bertumbuh. “Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal, semoga setelah ini pasar modal kita lebih baik lagi. Saya percaya ini bentuk tanggung jawab saya, sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, mudah-mudahan bursa kita yang hari ini membaik akan terus membaik,” tambahnya.
Menurut Iman, selanjutnya akan ada penunjukan Plt Direktur Utama atau pejabat sementara, sebelum pemegang saham memutuskan untuk memilih Dirut yang baru.
“Administrasi semuanya akan berlaku sesuai ketentuan, nanti akan ada sementara Plt yang akan ditunjuk, sampai ditunjuk direktur utama yang baru,” pungkasnya.
Sementara itu Pjs Dirut BEI sempat disebut diisi oleh Jeffrey Hendrik yang dibenarkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa beberapa waktu lalu. Hal ini diungkap Purbaya seiring rencana pertemuan krusial antara otoritas pasar modal Indonesia dengan lembaga indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin (2/2/2026) guna merespons laporan terkait regulasi dan transparansi pasar saham Indonesia yang tengah menjadi sorotan dunia. Disebut Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, akan memimpin delegasi bursa dalam agenda tersebut.(rah)
