JAKARTA (KASTANEWS.COM)- Keperkasaan Honda Brio di pasar otomotif nasional seolah tak tergoyahkan meski gempuran kendaraan listrik kian masif.
Berdasarkan data penjualan Januari 2026, Honda Brio memimpin pasar dengan total pengiriman sebanyak 3.672 unit, mengungguli BYD Atto 1 di posisi kedua dengan 3.361 unit, serta dua produk andalan Toyota, yakni Avanza (3.236 unit) dan Innova (2.728 unit).
Capaian angka tersebut dipertegas dengan keberhasilan Brio meraih gelar Best City Car dan Best Local Content Car di IIMS 2026. Gelar Best City Car disematkan berdasarkan parameter komprehensif mulai dari desain, performa, fitur, hingga efisiensi bahan bakar yang tetap menjadi aspek krusial bagi konsumen generasi muda dan keluarga muda di tengah dinamika lalu lintas perkotaan.
Logika pasar menunjukkan bahwa Honda Brio mampu menjaga keseimbangan antara nilai ekonomi (value for money) dan pengalaman berkendara yang responsif (fun to drive). Relevansi produk ini tetap kuat baik bagi pembeli mobil pertama (first-time buyer) maupun pengguna harian yang menuntut kepraktisan.
“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kepercayaan konsumen terhadap Honda Brio di Indonesia,” ujar Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor.
Ia menekankan bahwa dukungan terhadap industri nasional tetap menjadi prioritas melalui produksi dalam negeri yang kuat.
Salah satu sorotan utama dalam penghargaan ini adalah pengakuan terhadap Honda Brio Satya sebagai mobil dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 96%.
Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi di industri otomotif tanah air, mencerminkan kontribusi signifikan terhadap rantai pasok lokal dengan tetap mengedepankan standar kualitas global. Menghadapi persaingan di tahun 2026, Honda memperluas jangkauan pasarnya dengan memperkenalkan varian terbaru, Honda Brio Satya S CVT.
Varian ini dihadirkan untuk memberikan alternatif transmisi otomatis pada segmen entry level dengan harga yang tetap kompetitif, tanpa mengorbankan efisiensi bahan bakar yang menjadi DNA utama lini Brio.
Data penjualan awal tahun menunjukkan bahwa meskipun penetrasi merek luar seperti BYD mulai mengancam dengan selisih sekitar 300 unit, kepercayaan konsumen pada produk lokal dengan jaringan purna jual yang luas tetap menjadi penentu utama.
Ke depan, Honda berkomitmen untuk terus melakukan penyegaran produk guna menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang terus berkembang.(rah)
