KLATEN (Kastanews.com) : Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meresmikan pemugaran Kompleks Makam Raden Ngabehi Ranggawarsita yang berlokasi di Dusun Kedon, Palar, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kebudayaan dalam melindungi, merawat, dan menghidupkan kembali warisan budaya yang berkaitan dengan tokoh-tokoh penting dalam sejarah intelektual dan kebudayaan Indonesia.
Mengawali sambutannya, Menbud Fadli Zon menyampaikan bahwa pemugaran Kompleks Makam Raden Ngabehi Ranggawarsita merupakan bentuk penghormatan negara terhadap tokoh besar sastra Jawa.
“Pemugaran ini menjadi bentuk memuliakan sang pujangga panutup ing tanah Jawi. Semoga karya-karyanya terus hidup, tumbuh dan berkembang menjadi salah satu tuntunan kehidupan yang menumbuhkan identitas dan jati diri,” ucap Fadli Zon.
Lebih lanjut, Menbud menjelaskan bahwa keputusan pemugaran berangkat dari kepedulian terhadap kondisi kawasan makam. Ia menyampaikan bahwa pelestarian situs budaya harus dilakukan secara nyata dan berkelanjutan agar menjadi bukti pentingnya penguatan narasi kebudayaan yang memberi pemahaman utuh tentang sosok dan pemikiran Ranggawarsita.
“Sebelum karyanya kita apresiasi, kita muliakan juga makamnya. Karena ternyata di kawasan ini tidak hanya makam Ranggawarsita saja, tapi juga ada tokoh-tokoh maestro, seperti maestro karawitan dan maestro gamelan yang bisa kita buat narasinya juga. Jadi berziarah ke sini adalah berziarah kepada para maestro.”
Selaras dengan Menteri Kebudayaan, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, sampaikan harapannya agar setelah dipugar, makam Raden Ngabehi Ranggawarsita dapat menambah jumlah peziarah yang datang. “Tentu harapan kami dengan adanya pemugaran ini kemudian dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para peziarah untuk mengunjungi makam Ranggawarsita,” ujarnya.
Raden Ngabehi Ranggawarsita dikenal sebagai pujangga besar terakhir Keraton Surakarta Hadiningrat, sosok pemikir yang karyanya melampaui zamannya dan memberikan pengaruh besar dalam khazanah sastra, filsafat, serta pandangan hidup masyarakat Jawa. Kompleks makamnya bukan sekadar situs pemakaman, tetapi juga ruang memori kolektif yang menyimpan jejak pemikiran dan nilai-nilai kebudayaan Nusantara.
Peresmian Pemugaran Makam R. Ng. Ranggawarsita turut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Sejaran dan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono; Sekretaris Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Wawan Yogaswara; Ketua Asosiasi Museum Indonesia sekaligus Penasihat Menteri Bidang Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum, Putu Supadma Rudana; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Manggar Sari Ayuati; dan Kepala Taman Budaya Jawa Tengah, Sugiharta.
Menutup sambutannya, Menbud Fadli Zon mendorong agar Kompleks Makam Raden Ngabehi Ranggawarsita segera ditetapkan sebagai Cagar Budaya karena dapat memperkuat perlindungan hukum sekaligus mengoptimalkan peran kawasan ini dalam pemajuan kebudayaan nasional.
Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk menghidupkan kembali nilai-nilai pemikiran dan kebudayaan yang telah diwariskan oleh Ranggawarsita. Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor publik, dan juga masyarakat, warisan budaya ini diharapkan dapat terus terjaga dan memberi manfaat lintas generasi. (bch*/)
