JAKARTA (Kastanews.com): Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menekankan pentingnya mengutamakan produsen susu lokal dalam pemenuhan kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur-dapur SPPG.
“Jangan sampai susu hanya dikuasai oleh pabrik-pabrik besar. Di Tulungagung dan Blitar, ada sentra-sentra peternak sapi perah yang bisa didorong untuk memenuhi kebutuhan susu di dapur-dapur SPPG melalui standar BPOM,” ujar Nurhadi dalan RDP dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Ia menekankan, keberadaan produsen lokal penting untuk menjaga ketersediaan susu sekaligus memberdayakan peternak kecil. Menurutnya, dukungan terhadap produsen lokal akan memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat setempat.
Nurhadi menyoroti adanya kelangkaan susu di lapangan, karena pasokan produk yang sudah ditentukan BGN hanya tersedia dari merek-merek tertentu.
“Dengan bertambahnya dapur, di lapangan saat ini terjadi kelangkaan susu. Beberapa dapur hanya bisa dipenuhi merek tertentu yang tidak selalu tersedia,” jelasnya.
Meski demikian, Legislator Partai NasDem itu melihat kondisi ini sebagai sinyal positif. Menurutnya, kesempatan ini bisa dimanfaatkan produsen susu lokal untuk tampil lebih aktif dan memenuhi kebutuhan dapur-dapur SPPG.
“Nah ini justru sinyal positif. BGN bersama BPOM bisa mendorong produsen lokal agar berani tampil, tentu dengan standarisasi yang sudah ditetapkan,” lanjut Nurhadi.
Ia menegaskan, kolaborasi dengan BPOM penting agar kualitas dan keamanan susu tetap terjaga, sekaligus memberi kesempatan bagi produsen lokal bersaing secara adil.
Nurhadi berharap langkah ini dapat memperkuat distribusi susu lokal sekaligus mendukung ketersediaan MBG bagi anak-anak dan ibu hamil. (rls/*)
