Lintang, Putri Klaten Siap Harumkan Indonesia Bersama Agria Swara IPB

Lintang, Putri Klaten Siap Harumkan Indonesia Bersama Agria Swara IPB

JAKARTA (Kastanews.com): Minggu, 22 Oktober 2023 lalu, saya bersama istri menyaksikan penampilan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam Agria Swara di Usmar Ismail Hall, Kuningan, Jakarta Selatan.

Performa para mahasiswa, sungguh luar biasa. Benar-benar berkelas internasional. Mendengar paduan dan kekompakan mereka dalam melantunkan lagu-lagu “kelas berat”, bayangan saya, saya sedang menyaksikan sebuah konser akbar di Wina.

Penampilan mereka diselingi gerakan teatrikal yang saya duga diawali dengan kreativitas yang tinggi.

Konser yang bertajuk Swara Nusa para mahasiswa IPB itu ditampilkan dalam rangka “uji coba” sebelum mereka berangkat ke Praha, Cekoslowakia, untuk mengikuti “34th Praga Cantat Choir Competition.”

Setelah itu mereka juga akan tampil dalam sebuah konser paduan suara di Wina, Austria. Pada konser di Usmar Ismail Hall, setidaknya anak-anak muda itu menyanyikan 19 lagu asing dan lagu daerah, khas Nusantara, seperti Es Lilin, Hela Rotan, Lisoi dan lain-lain.

Melihat dan mendengar suara mereka, saya yakin, mereka akan meraih juara. Apalagi debut PSM IPB Agria Swara dalam memadukan suara sudah cukup lama dan regenerasinya terus terpelihara dengan baik dan berlanjut hingga saat ini.

Agria Swara sebagai kelompok paduan suara berdiri sejak 1986. PSM IPB Agria Swara adalah unit kegiatan terbesar di IPB.

Mereka rutin tampil dalam acara-acara penting di kampus seperti saat ada wisuda, orasi ilmiah guru besar. Mereka punya misi memperkenalkan seni dan keindahan paduan suara ke masyarakat umum dan dunia internasional.

Prestasi PSM IPB Agria Swara nggak tanggung-tanggung. Pada tahun lalu (2022), meraih Gold Medal in Mixed Choir Category on The 11th Bali International Choir Festival.

Sebelumnya kelompok paduan suara itu juga pernah meraih kejuaraan Indonesian Delegation on Kagoshina Asian Youth Art Festival di Jepang tahun 2019 dan 2021.

Pernah pula meraih 1st Prize in Mixed Choird Category on The 54th Montreux Choral Festival di Switzerland pada 2018.

Salah satu anggota PSM IPB Agria Swara yang menarik perhatian saya adalah salah seorang anggotanya yang bersuara sopran, Engelbertine Thovina LB. Ia berperawakan mungil dan tampak begitu bersemangat ketika bernyanyi bersama kawan-kawannya.

Apakah Engelbertine berasal dari negara di luar Indonesia? Tidak. Dia gadis asli Indonesia kelahiran Klaten, Jawa Tengah dan dibesarkan di Surakarta (Solo).

Lintang, begitu Engelbertine Thovina biasa dipanggil, adalah anak tunggal pasangan Thomas Effendi Setiyawan dan Yosephin Vitamayasari Dewi.

Mahasiswi IPB Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan jurusan Teknologi Hasil Perairan ini sejak sekolah dasar sudah terbiasa menyanyi.

Saat bersekolah di SMP Pangudi Luhur Bintang Laut, Surakarta, Lintang yang nama lengkapnya Engelbertine Thovina Lintang Baptista ini, ikut aktif dalam paduan suara pada 2019 saat ia menuntut ilmu di kelas dua SMP Katolik tersebut.

Selain terbiasa mengolah vokal, Lintang juga mengusai alat musik gitar dan keyboard, “Meskipun sedikit-sedikit,” katanya.

Lulus dari SMA Tarakanita di kawasan Gading Serpong, Tangerang, Lintang masuk ke IPB tahun 2022. Keberadaan Agria Swara di kampus itu menjadi komunitas mengasyikkan untuk menyalurkan bakatnya, tarik suara.

“Sekaligus untuk mengisi dan memanfaatkan waktu senggang di tempat indekos supaya nggak jenuh setelah belajar di kampus,” ujar Lintang.

Sejak berstatus sebagai mahasiswi di IPB, Lintang langsung nyemplung di komunitas unit kegiatan mahasiswa tersebut.

Menghadapi konser di Praha pada November 2023 nanti, melakukan latihan setiap hari bersama tim Agria Swara menjadi kegiatan rutin.

Lintang menjelaskan, seminggu nonsetop latihan paduan suara, setiap hari latihan mulai pukul 19:00-22.00. Sabtu dan Minggu pukul empat sore hingga malam. Latihannya di kampus IPB.

Anggota tim yang nanti akan berangkat ke Praha total ada 40 orang. Untuk bisa lolos masuk dalam tim yang akan berlomba ke Praha dan dilanjutkan konser di Wina, tentu bukan perkara gampang.

Para mahasiswa yang berminat harus ikut audisi atau dites dulu untuk mengetahui kepekaanya terhadap pendengaran, pengetahuan bermusik, dan ketepatan nada.

Lintang yang lahir di Klaten pada 25 Maret 2004 ini mengaku bangga bisa ikut ambil bagian menjadi duta suara Indonesia melalui Agria Swara.

“Saya tentu senang dan tidak menyangka bisa lolos seleksi, sebab standar suaraku belum cukup layak untuk kompetisi bertaraf internasional,” katanya.

Ah, yang benar? Selamat buat Lintang putri Klaten. Sukses juga buat Agria Swara yang membawa nama harum negeri tercinta, Indonesia.[]
=====

Penulis adalah wartawan senior, caleg DPR RI Partai NasDem Dapil Jawa Tengah V (Surakarta, Kabupaten Klaten, Boyolali dan Sukoharjo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *