JAKARTA (kastanews.com)- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid pada awal tahun dengan membukukan laba bersih sebesar Rp4,65 triliun per Januari 2026.
Capaian tersebut tumbuh 16,18% secara tahunan (year on year/YoY) yang didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih serta efisiensi biaya dana yang terjaga di level 2,06%.
“Pertumbuhan ini menjadi wujud sinergi yang terintegrasi antara strategi bisnis, pengelolaan risiko, dan penguatan ekosistem. Kami memastikan akselerasi yang bertumbuh tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan,” ujar Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (25/2/2026).
Realisasi kredit perseroan secara bank only tercatat tumbuh 15,62% YoY menjadi Rp1.511,4 triliun. Ekspansi pembiayaan yang fokus pada sektor produktif dan ekosistem UMKM ini turut mengerek total aset Bank Mandiri menjadi Rp2.191,9 triliun, atau naik 13,96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.635,5 triliun atau tumbuh 17,29% YoY. Struktur pendanaan ini tetap didominasi oleh dana murah (CASA) dengan rasio yang terjaga pada level 73%, yang menjadi motor utama dalam mendukung efisiensi biaya dana serta memperkuat likuiditas perseroan.
Optimalisasi kinerja juga didukung oleh penguatan pendapatan non-bunga melalui Fee Based Income (FBI) recurring yang tumbuh 16,1% YoY.
Hal ini sejalan dengan peningkatan produktivitas dan efektivitas pengelolaan biaya, yang tercermin dari penurunan rasio Cost to Income Ratio (CIR) menjadi 37,75% dari sebelumnya di atas 40%.
Akselerasi transaksi digital menjadi pilar utama pertumbuhan, di mana layanan Livin’ by Mandiri mencatat pertumbuhan transaksi 49,3% YoY dan Kopra by Mandiri naik 27% YoY.
Transformasi digital ini tidak hanya meningkatkan inklusi keuangan tetapi juga menciptakan konektivitas yang kuat antar segmen, mulai dari ritel hingga pelaku usaha harian melalui Livin’ Merchant.
Kualitas aset tetap terjaga melalui disiplin manajemen risiko yang ketat, terlihat dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang turun ke level 0,97%. Selain itu, biaya kredit atau Cost of Credit (CoC) juga mengalami penurunan sebesar 21 basis poin menjadi 0,35%, menunjukkan selektivitas bank yang baik dalam ekspansi pembiayaan.(rah)
