Koordinasi Buruk Penegak Hukum Dinilai Penyebab Kasus Narkoba di Lapas

Koordinasi Buruk Penegak Hukum Dinilai Penyebab Kasus Narkoba di Lapas

JAKARTA (KASTANEWS.COM)- Anggota DPR Komisi XIII Marinus Gea menyoroti persoalan yang terus berulang di lembaga pemasyarakatan (lapas). Masalah tersebut meliputi overkapasitas dan narkoba yang tidak pernah tuntas.

Hal itu dikatakan Marinus saat kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIB Pariamant. Tingginya jumlah warga binaan kasus narkoba sudah menjadi isu nasional yang terus muncul dari waktu ke waktu tanpa penyelesaian komprehensif.

Marinus mempertanyakan mengapa persoalan lapas tidak kunjung terselesaikan, meski telah berulang kali dibahas dan dipantau.

Marinur menegaskan buruknya koordinasi antara penegak hukum dan lembaga pemasyarakatan menjadi salah satu faktor utama mengapa masalah tersebut terus terulang.

“Kenapa itu-itu saja masalahnya, tapi kita tidak bisa menyelesaikannya. Overkapasitas itu tidak akan bisa dihilangkan selama koordinasi antara penegak hukum sampai kepada pembinaan tidak berjalan dengan baik. Ini persoalan nasional yang selalu muncul ketika kita lakukan kunjungan, dan faktanya belum pernah benar-benar tuntas,” katanya, Minggu (30/11/2025).

Marinus juga menyoroti soal narkoba yang mendominasi kasus warga binaan di lapas. Berdasarkan evaluasi kunjungan dan laporan yang diterima, hampir 80% narapidana di seluruh Indonesia terjerat kasus narkotika.

Politikus PDI Perjuangan menambahkan, pembinaan di lapas belum menyentuh akar permasalahan. “Utamanya soal narkoba. Setiap kali kita kunjungan, pasti persoalannya narkoba, bahkan 80% warga binaan di seluruh Indonesia adalah kasus narkoba. Apakah ini bisa selesai ketika mereka sudah dipenjara dan dibina di lapas? Saya pribadi tidak yakin, karena faktanya tidak selalu seperti yang Bapak sampaikan ketika rapat bahwa pembinaan berjalan baik,” ucapnya.(rah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *