Jerman Tanggapi Seruan Boikot Piala Dunia 2026

Jerman Tanggapi Seruan Boikot Piala Dunia 2026

JAKARTA (KASTANEWS.COM)- Pemerintah Jerman memilih bersikap hati-hati dalam menanggapi seruan boikot Piala Dunia 2026 yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Berlin menilai ajang olahraga global tersebut tidak semestinya dijadikan arena pelampiasan konflik politik antarnegara.

Wacana boikot mencuat setelah sejumlah tokoh di Jerman, termasuk Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) Oke Goettlich, mendorong agar negaranya mengambil sikap tegas terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Seruan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan sejumlah negara Eropa.

Isu sensitif yang memicu perdebatan antara lain klaim Amerika Serikat atas Greenland serta ancaman pengenaan tarif perdagangan tinggi terhadap beberapa negara Eropa, termasuk Jerman. Meski demikian, Pemerintah Jerman menegaskan bahwa boikot bukanlah solusi yang tepat.

Juru bicara pemerintah Jerman, Steffen Meyer, menekankan bahwa konflik politik seharusnya diselesaikan melalui jalur diplomasi, bukan lewat olahraga.

“Boikot turnamen bukan pendekatan yang benar. Perselisihan politik harus diselesaikan di tingkat politik, sementara olahraga seharusnya tetap menjadi olahraga,” ujar Meyer dalam konferensi pers di Berlin, dikutip dari AFP.

Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli, dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bertindak sebagai tuan rumah bersama. Di tengah dinamika politik yang berkembang, Berlin sebelumnya enggan mengambil posisi tegas terkait boikot dan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada federasi sepak bola nasional.

Sikap serupa juga disampaikan Menteri Olahraga Jerman, Christiane Schenderlein. Ia menyatakan pemerintah tidak mendukung gagasan boikot dan mengingatkan agar olahraga tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis.

“Olahraga tidak boleh dieksploitasi seperti ini,” kata Schenderlein kepada harian Sueddeutsche Zeitung.

Ketegangan geopolitik sendiri sempat mereda setelah Presiden Trump menarik ancaman tarif dagang dan menyatakan tidak akan merebut Greenland dengan kekerasan.

Ia juga mengklaim telah mencapai kesepakatan kerangka kerja dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, terkait peningkatan pengaruh Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Dengan situasi yang mulai mereda, Pemerintah Jerman menegaskan fokusnya untuk memisahkan urusan politik dan olahraga, sembari tetap memantau perkembangan menjelang Piala Dunia 2026.(rah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *