Irfan Beri Pesan ke 1.622 Petugas yang Layani 221 Ribu Jamaah Haji

Irfan Beri Pesan ke 1.622 Petugas yang Layani 221 Ribu Jamaah Haji

JAKARTA (KASTANEWS.COM)- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi merampungkan fase luring Pendidikan dan Latihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2026. Sebanyak 1.622 petugas dinyatakan siap mengemban misi melayani 221.000 jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Pelatihan intensif ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjamin kesiapan mental, fisik, dan manajerial para petugas sebelum terjun langsung ke lapangan. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa penyelenggaraan haji bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan amanah besar negara.

Hal ini menyangkut kehormatan bangsa dan kepercayaan umat yang harus dijaga dengan integritas tinggi. Dalam arahannya di Lapangan Galaxi Makodau I Halim Perdanakusumah, Jakarta, Jumat (30/1/2026), Menhaj mengingatkan bahwa setiap gerak-gerik petugas akan dipandang sebagai representasi Indonesia di mata dunia.

Kualitas layanan menjadi fokus utama kementerian, terutama dalam merespons kebijakan terbaru Pemerintah Arab Saudi. Hasil survei internal menunjukkan indeks performa petugas selama masa diklat berada di atas 90 persen.

Angka ini mencerminkan orientasi pelayanan yang kuat dan kesigapan petugas dalam mensimulasikan operasional haji yang kompleks. Namun, Menhaj mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat petugas lengah terhadap tantangan nyata di lapangan nanti.

Kedisiplinan menjadi fondasi yang ditekankan secara keras oleh Gus Irfan kepada seluruh peserta. Baginya, tanpa disiplin yang kuat, pelayanan haji akan kehilangan ruh pengabdiannya. Setiap pelayanan yang diberikan kepada jemaah adalah wujud nyata kehadiran negara.

Petugas diminta untuk selalu sigap, bertanggung jawab, dan mengedepankan etika dalam menghadapi berbagai situasi yang dinamis selama prosesi ibadah berlangsung. Rangkaian diklat yang telah dimulai sejak 10 Januari lalu ini akan terus berlanjut secara daring hingga 11 Februari mendatang.

Meski jumlah peserta aktif tercatat sebanyak 1.622 orang, terdapat 14 peserta yang dinyatakan berhalangan karena masalah kesehatan dan alasan mendesak lainnya. Hal ini menunjukkan ketatnya proses seleksi dan standarisasi yang diterapkan kementerian demi memastikan hanya petugas terbaik yang diberangkatkan.

Melalui penguatan kompetensi teknis dan keterampilan komunikasi, PPIH 2026 diharapkan mampu menjadi pelayan yang bermartabat. Menhaj juga meminta doa dan dukungan keluarga agar para petugas mampu menjalankan tugas mulia ini dengan penuh ketulusan.

Dengan kesiapan total yang telah ditempa selama satu bulan terakhir, Kementerian Haji dan Umrah optimis penyelenggaraan haji tahun ini akan berjalan lebih aman, nyaman, dan memberikan kesan mendalam bagi seluruh jemaah.(rah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *