Impor Beras Hingga Jagung Disetop untuk Keperluan Rumah Tangga

Impor Beras Hingga Jagung Disetop untuk Keperluan Rumah Tangga

JAKARTA (KASTANEWS.COM)- Indonesia akan melarang seluruh impor beras, gula, dan jagung untuk keperluan konsumsi rumah tangga pada 2026. Langkah tersebut menandai perubahan kebijakan besar bagi salah satu negara terpadat di dunia yang sebelumnya termasuk importir pertanian terbesar.

Pemerintah Indonesia mengonfirmasi keputusan tersebut setelah menyelesaikan Neraca Komoditas Nasional 2026 dengan menyebut produksi domestik mencapai rekor, dan cadangan strategis yang menurut pejabat menghilangkan kebutuhan pasokan dari luar negeri.

Pejabat senior di Kementerian Koordinator Bidang Ketahanan Pangan, menyatakan Indonesia telah mencapai kemandirian pada komoditas strategis tersebut setelah tinjauan produksi menyeluruh.

“Tidak ada impor gula untuk konsumsi, dan tidak ada juga impor beras untuk konsumsi pada 2026. Beras industri juga tidak akan diimpor. Untuk konsumsi, kita hampir sepenuhnya swasembada,” ujar Tatang kepada wartawan dikutip, Jumat (2/1/2026).

Larangan ini menyusul lonjakan produksi Indonesia pada 2025, ketika hasil panen beras mencapai 34,77 juta ton, naik 13,54% dari 2024 dan merupakan tingkat tertinggi lebih dari dua dekade dan berhasil mempertahankan stok beras sekitar 3,5 juta ton hingga akhir 2025 tanpa impor sepanjang tahun.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, kebijakan ini mengikuti instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mengutamakan kesejahteraan petani dan memperkuat rantai pasok domestik.

Produksi gula meja untuk 2026 diproyeksikan mencapai 3 juta ton melebihi permintaan tahunan 2,836 juta ton, ditambah stok bawaan 1,437 juta ton dari 2025. Produksi jagung diprediksi tembus 18 juta ton terhadap permintaan nasional 17,055 juta ton.

Terkait hal ini, pemerintah juga menolak usulan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mengimpor hampir 381.000 ton beras guna keperluan industri, dan mengarahkan pelaku usaha mengambil bahan baku dari petani lokal.(rah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *