Dana Rp15 Miliar Dukung Layanan Kesehatan Gratis Selama Tiga Bulan

Dana Rp15 Miliar Dukung Layanan Kesehatan Gratis Selama Tiga Bulan

JAKARTA (KASTANEWS.COM)- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa kendala anggaran tidak akan menghalangi proses reaktivasi otomatis 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang sempat dinonaktifkan.

Menkeu menyatakan siap mencairkan dana sebesar Rp15 miliar yang diminta Menteri Kesehatan untuk mendukung masa transisi selama tiga bulan ke depan.

Sebelumnya Pemerintah memutuskan 11 juta penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI-JK) atau PBI BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan dalam putaran terakhir tetap mendapatkan pelayanan gratis selama tiga bulan ke depan.

Kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada rapat konsultasi pengelola data jaminan sosial, Senin 9 Februari 2026.

Purbaya menegaskan bahwa dana tersebut sudah tersedia dalam pos anggaran kesehatan dan hanya tinggal menunggu koordinasi teknis dengan pihak BPJS Kesehatan.

“Nanti kan BPJS tinggal minta ke saya, itu ada satu anggaran yang masih dibintangin dia tinggal perbaiki atau tinggal datang ke saya, mungkin minggu ini juga cair. Jadi nggak ada masalah. Nggak terlalu besar kan,” ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Senin (9/2/2026).

Purbaya menegaskan, bahwa pendanaan untuk reaktivasi ini akan disalurkan melalui kementeriannya melalui sektor kesehatan. Dengan nada lugas, ia menjamin ketersediaan likuiditas untuk kebijakan mendesak ini.

“Lewat kesehatan itu dari kita. Lewat kesehatan jatuhnya. Yang punya duit kan saya,” tambahnya.

Saat ini, pemerintah telah mengalokasikan total Rp56,7 triliun untuk membiayai iuran 96,8 juta peserta PBI. Meski terdapat kuota tetap, Purbaya menyatakan, bahwa anggaran negara bersifat fleksibel untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan demi menjaga keberlangsungan layanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

“Ya kita atur kalau emang ada lonjakan yang signifikan ya tambah. Ini kan fleksibel semua… Kalau emang diperlukan karena menjaga BPJS-nya supaya tetap sehat,” ungkap Purbaya.

Selain dana reaktivasi singkat tersebut, Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah sebenarnya telah menyuntikkan dana sebesar Rp20 triliun ke BPJS Kesehatan. Namun, pencairan dana jumbo tersebut masih menunggu kejelasan program dan proposal resmi dari manajemen BPJS Kesehatan.(rah0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *