JAKARTA (KASTANEWS.COM) – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melaporkan telah menghabiskan seluruh dana pembelian kembali saham (share buyback) yang mencapai Rp950 miliar. Dengan demikian, aksi korporasi tersebut dihentikan terhitung Jumat (13/2/2026).
Emiten kontraktor pertambangan batu bara milik Bakrie Group itu cukup agresif melakukan buyback saham dalam tiga bulan terakhir. Pelaksanaan buyback tanpa RUPS yang dimulai sejak 19 November 2025 itu selesai lebih cepat dari perkiraan awal 19 Februari 2026.
Director & Corporate Secretary DEWA, Mukson Arif Rosyidi mengatakan, perseroan telah memborong sekitar 1,64 miliar saham DEWA di pasar reguler. Jumlah tersebut tersebut setara dengan 4,03 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.
“Jumlah dana yang telah digunakan perseroan untuk pembelian kembali saham adalah sebesar Rp949.999.969.885 atau 99,999997 persen dari perkiraan biaya yang direncanakan sebanyak-banyaknya Rp950 miliar,” katanya melalui keterbukaan informasi.
Dengan demikian, harga rata-rata akuisisi buyback tersebut sebesar Rp579,69 per saham.
Sebagai informasi, DEWA mengumumkan rencana buyback saham pada pertengahan November 2025. Buyback itu dilakukan tanpa skema RUPS merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 13/2023 dan Surat OJK tertanggal 17 September 2025.
Manajemen DEWA sebelumnya mengalokasikan dana buyback saham hingga Rp1,7 triliun. Namun, alokasi itu dikurangi separuhnya menjadi Rp950 miliar.
Buyback saham tersebut sepenuhnya bersumber dari kas internal perseroan. Hingga 30 September 2025, posisi kas dan setara kas DEWA tercatat Rp1,17 triliun.
Pada perdagangan Jumat sore, harga saham DEWA ditutup menguat 9,73 persen ke Rp620. Dalam setahun terakhir, saham DEWA melesat lebih dari 460 persen dan melambungkan nilai kapitalisasi pasarnya menjadi Rp25,2 triliun.(rah)
