SUKABUMI (Kastanews.com): Pemerintah Kota Sukabumi mencatatkan prestasi tertinggi secara nasional dengan menempati peringkat pertama realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut diraih di bawah kepemimpinan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyampaikan bahwa berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang dipaparkan pada 5 Januari 2026, merupakan hasil dari konsistensi pemerintah daerah dalam mengelola anggaran secara terukur, tepat sasaran, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, ini menjadi bukti bahwa kinerja Pemkot Sukabumi sudah berada di jalur yang benar. Belanja daerah yang tinggi menunjukkan bahwa program benar-benar dilaksanakan dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar Ayep Zaki dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).
Tak hanya dari sisi belanja, kinerja fiskal Kota Sukabumi juga tercermin dari capaian pendapatan daerah. Dalam evaluasi Kemendagri yang sama, Kota Sukabumi tercatat berada di peringkat ke-8 nasional realisasi pendapatan daerah. Ini mencerminkan keseimbangan antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran.
“Kami memastikan pendapatan daerah tidak hanya ditargetkan, tetapi juga direalisasikan secara optimal,” jelasnya.
Ayep Zaki, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sukabumi, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah.
“Capaian ini lahir dari kerja bersama seluruh perangkat daerah yang berkomitmen menggunakan anggaran secara efektif dan tepat waktu,” katanya.
Menurutnya, tingginya realisasi belanja menunjukkan keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah. Kondisi ini sekaligus mencerminkan rendahnya risiko gagal bayar serta tidak terjadinya penumpukan dana di kas daerah.
“Dengan capaian tersebut, Sukabumi masuk dalam kelompok 20 kota dengan realisasi pendapatan terbesar di Indonesia. Ini tentu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan pendapatan daerah ke depan,” ujarnya.
Secara rinci, realisasi pendapatan Kota Sukabumi bahkan mencapai 100,44 persen, atau melampaui target yang telah ditetapkan. Capaian ini dinilai sebagai indikator perencanaan anggaran yang realistis serta pengelolaan keuangan daerah yang disiplin.
“Jika pendapatan bisa melampaui target, itu berarti perencanaan kita tepat dan pelaksanaannya berjalan dengan baik,” tutur Ayep Zaki.
Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan APBD tidak lepas dari sinergi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mempercepat pelaksanaan program tanpa mengesampingkan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
“Kami mendorong percepatan pelaksanaan anggaran, tetapi tetap menjaga kualitas dan akuntabilitas setiap program,” katanya.
Lebih lanjut, Ayep Zaki menilai capaian fiskal tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam mendukung kebijakan nasional, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Ketika belanja terealisasi dengan baik, roda ekonomi bergerak dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal,” ucapnya.
Meski mencatat prestasi nasional, Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar manfaat pengelolaan APBD semakin dirasakan masyarakat luas.
“Ini bukan titik akhir. Kita harus menjaga kinerja ini dan terus meningkatkannya demi kesejahteraan warga Kota Sukabumi,” pungkas Ayep Zaki.(wayram/*)
