Ayep Zaki Tegaskan, Hukum jadi Fondasi Ketertiban dan Keharmonisan Kota Sukabumi

Ayep Zaki Tegaskan, Hukum jadi Fondasi Ketertiban dan Keharmonisan Kota Sukabumi

SUKABUMI (KASTANEWS.COM : Pemahaman hukum bukan sekadar urusan aparat penegak hukum, tetapi juga kebutuhan mendasar warga untuk menjaga ketertiban sosial. Oleh karenanya, pemahaman hukum di tengah dinamika sosial Kota Sukabumi yang memiliki wilayah padat dan beragam organisasi kemasyarakatan menjadi sangat penting untuk terus disosialisasikan.

Hal demikian disampaikan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki saat memberikan sambutan Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum bagi Aparatur, Organisasi Kemasyarakatan, dan Masyarakat Kota Sukabumi yang digelar di Gedung Juang ’45, Kamis (29/1/2026).

Dalam sambutannya, Ayep Zaki memaparkan kondisi geografis dan demografis Kota Sukabumi yang memiliki luas sekitar 48 kilometer persegi dengan tujuh kecamatan, 33 kelurahan, 1.550 RT, dan 1.500 RW, serta didukung oleh 35 perangkat daerah dan 35 anggota DPRD.

“Sukabumi merupakan kota dengan kepadatan penduduk tinggi serta dinamika organisasi masyarakat yang beragam. Kondisi tersebut, jika tidak ditopang kesadaran hukum yang kuat, berpotensi memunculkan gesekan sosial maupun gangguan ketertiban. Pemahaman hukum harus menjadi fondasi bersama, agar ruang publik tetap aman, tertib, dan harmonis,” ungkap Ayep Zaki.

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja selaku Kakorbinmas Baharkam Polri sebagai narasumber, serta unsur Forkopimda, TNI/Polri, instansi vertikal, pimpinan perangkat daerah, BUMD, BLUD, partai politik, perguruan tinggi, dan berbagai organisasi kemasyarakatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep juga menyampaikan kebanggaannya karena dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, Kota Sukabumi menjadi salah satu daerah yang dikunjungi langsung Kakorbinmas Baharkam Polri. Menurutnya, kunjungan pejabat tinggi Polri memiliki makna tersendiri bagi Sukabumi, kota yang menyimpan sejarah panjang institusi kepolisian. Ia mengingatkan bahwa Sukabumi dikenal sebagai salah satu daerah tempat lahirnya pendidikan kepolisian sejak 1925.

Putra daerah Sukabumi itu juga menekankan, dengan penguatan hukum, persatuan, dan kolaborasi lintas elemen, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis dapat mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan menuju kota yang bersatu, adil, dan makmur.

“Dengan memperkuat literasi hukum dan kolaborasi lintas unsur, Pemkot Sukabumi optimistis dapat menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong pembangunan kota yang lebih adil dan berkelanjutan,” tegasnya.(Foto : Ist/rls/bch*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *