SUKABUMI (Kastanews.com): Pelayanan kesehatan harus cepat, tepat, dan profesional, tidak boleh membiarkan masyarakat menunggu hanya karena persoalan administratif.
Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki saat menggelar pertemuan bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, beserta jajaran kepala puskesmas se-Kota Sukabumi, dan pimpinan Rumah Sakit Al Mulk di Rumah Dinas Wali Kota, Minggu (08/02/2026).
“Melalui skema BLUD (Badan Layanan Umum Daerah), puskesmas dan RS Al Mulk akan memiliki fleksibilitas pengelolaan keuangan sehingga kebutuhan yang bersifat mendesak dapat dipenuhi lebih cepat tanpa terhambat prosedur panjang,” ungkap Ayep Zaki.
Wali Kota menekankan pentingnya langkah konkret dan terukur agar pelayanan kesehatan dasar semakin optimal dan responsif terhadap kebutuhan warga. Oleh karenanya, percepatan transformasi puskesmas menjadi BLUD harus segera direalisasikan.
Maka, pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Sukabumi.
“Dengan BLUD, kita ingin memastikan seluruh kebutuhan penting, baik sarana, prasarana, maupun penunjang layanan, dapat segera direalisasikan demi pelayanan yang lebih efektif dan profesional,” tambah Ayep Zaki.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah kepala puskesmas ikut menyampaikan berbagai usulan pengembangan layanan. Di antaranya peningkatan pelayanan dental dan kesehatan gigi, layanan khitanan, hingga kebutuhan fasilitas serta sarana penunjang lainnya guna menunjang pelayanan yang lebih komprehensif.
Menanggapi hal tersebut, Ayep Zaki menegaskan bahwa setelah Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait BLUD rampung, realisasi kebutuhan pelayanan kesehatan yang dimaksud akan segera dilaksanakan. Ia juga memastikan prosesnya tetap melalui koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan serta berada dalam pengawasan pimpinan daerah.
“Setelah regulasinya selesai, kita tidak perlu lagi menunggu mekanisme anggaran APBD untuk kebutuhan yang mendesak. Semua tetap terkoordinasi dan terkontrol,” jelasnya.
Selain itu, Ayep Zaki juga menyoroti pentingnya peningkatan jam layanan puskesmas, baik pagi maupun sore hari. Hal ini dilakukan agar akses pelayanan kesehatan semakin luas dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Beri layanan bagi pasien mandiri dengan tarif yang lebih terjangkau, sehingga seluruh lapisan masyarakat tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan berkualitas,” terang Ayep.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, menyampaikan bahwa arahan langsung dari wali kota menjadi penguatan komitmen bagi seluruh jajaran kesehatan.
“Peningkatan mutu pelayanan akan diikuti dengan pemenuhan sarana, prasarana, serta sumber daya pendukung secara bertahap. Transformasi ini bukan hanya soal status kelembagaan, tetapi tentang perubahan pola kerja dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat,” jelas Ida Halimah.
Dengan penerapan BLUD di seluruh puskesmas, Pemerintah Kota Sukabumi berharap terwujud pelayanan kesehatan yang semakin prima, cepat, dan profesional. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen menghadirkan layanan publik yang berdampak nyata dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kota Sukabumi.(*)
