JAKARTA (kastanews.com)- Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota merespons pernyataan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang meminta pemerintah untuk menunda terlebih dahulu rencana untuk melakukan impor 105 ribu unit mobil pikap Mahindra Scorpio dari India.
Sebagai mitra kerja DPR, Joao menekankan apa yang menjadi keputusan kolektif dari level legislatif dan eksekutif bakal dilakoni Agrinas. Termasuk melakukan penundaan impor kendaraan 105 ribu unit. “Kami loyal setia dan taat kepada perintah,” kata Joao, Senin (23/2/2026).
Respons Joao ini berbeda dari hari sebelumnya, yang mengatakan tidak bakal melakukan penyesuaian kebijakan impor kendaraan dari India, seiring kebijakan ini menimbulkan polemik. Terlebih sebagian kendaraan diklaimnya sudah tiba di Tanah Air.
“Baru datang seribuan. Bulan ini komplitlah seribuan (datang) iru pickup single cabin,” ujar Joao kepada awak media.
Selain itu Joao membeberkan, alasan melakukan impor kendaraan untuk operasional logisitk Koperasi Merah Putih ini dilatarbelakangi faktor harga, kualitas dan ketersediaan produk serupa di dalam negeri.
Dari sisi harga, kendaraan impor asal India dinilai lebih kompetitif dibandingkan harga yang dipatok pabrikan lain. Seturut itu, produk yang lebih murah diklaim memiliki kualitas setara.
“Kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif atau hampir 50 persen lebih murah dari kompetitornya. Dari sisi durability, power, dan fuel consumption, kendaraan ini sangat andal dan sangat bagus,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Dasco menyampaikan, bahwa permintaan penundaan impor kendaraan ini tidak terlepas dari keberadaan Presiden Prabowo Subianto yang saat ini tengah melakukan kunjungan kerja ke Luar Negeri.
“Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pikap dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri,” kata Dasco di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/2).
Dasco meyakini presiden pada saat pulang tentunya akan membahas secara detail mengenai rencana impor tersebut, sebelum mengambil keputusan.
“Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri. Nah sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu,” tutupnya.(rah)
