Satu Tahun Membangun, Program Pemprov DKI Dinilai Berdampak Nyata bagi Warga

Satu Tahun Membangun, Program Pemprov DKI Dinilai Berdampak Nyata bagi Warga

DKI JAKARTA (kastanews.com) – Satu tahun kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur (Wagub) Rano Karno mendapat tanggapan positif dari sejumlah pihak. Beberapa warga mengaku puas dengan kinerja Pemprov DKI Jakarta. Mereka menilai program yang digagas Gubernur Pramono dan Wagub Rano memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Pencapaian itu dilakukan pada acara “Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah” di Taman Ayodya, Jalan Barito I, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (20/2/2026),

Program Pemutihan Ijazah, misalnya, terbukti membantu peserta didik memperoleh akses terhadap dokumen kelulusan yang tertahan akibat kendala biaya. Salah satu penerima manfaat, Ahmad Amirudi, alumni SMK Al Falah, mengaku program tersebut membuka kembali peluangnya untuk bekerja di sektor formal.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan pemutihan ijazah ini. Kini ijazah saya sudah bisa digunakan untuk melamar pekerjaan sehingga sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga serta membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” ujar Ahmad seraya berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak siswa yang membutuhkan.

Di sektor pendidikan tinggi, program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) turut mendukung mahasiswa Jakarta menyelesaikan studi dengan lebih tenang. Khairunisa, mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, merasakan langsung manfaat bantuan tersebut.

“Saya bersyukur bisa menjadi penerima KJMU karena bantuan ini memberi ruang bagi saya untuk fokus belajar tanpa terlalu khawatir soal biaya. KJMU menjadi penyemangat untuk terus berproses, berkembang, dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi,” ucapnya.

Mahasiswi yang akrab disapa Nisa ini berharap akses pendidikan bagi mahasiswa Jakarta terus diperluas sehingga semakin banyak generasi muda merasakan manfaat program tersebut.

Selain pendidikan, kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam memperluas kesempatan kerja melalui job fair juga memberikan dampak positif, termasuk bagi lulusan baru. Winona Nathania Mulya, peserta job fair di Balai Kartini, berhasil memperoleh pekerjaan melalui kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, saat ini saya sudah bekerja sebagai teaching assistant di Spark English dengan penempatan di kantor cabang Kalimalang. Saya menjadi salah satu penerima manfaat dari perekrutan job fair yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta. Job fair menjadi ‘mak comblang’ bagi pencari kerja, termasuk saya, hingga bisa memperoleh pekerjaan yang diimpikan,” terangnya.

Winona berharap semakin banyak perusahaan membuka peluang bagi fresh graduate serta menyeimbangkan hak dan kewajiban karyawan, termasuk pemberian insentif sesuai beban kerja.

Capaian pembangunan tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga aparatur wilayah melalui program penguatan kapasitas kepemimpinan.
Lurah Ancol, Bijakri Saud Maruli Manik, menyampaikan apresiasi atas kesempatan mengikuti program pembelajaran internasional yang difasilitasi Pemprov DKI Jakarta.

“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Kesempatan mengikuti Smart and Sustainable Jakarta Programme 2026 di Singapura menjadi pengalaman berharga. Program ini membuka wawasan sekaligus memperkuat kapasitas kami dalam membangun Jakarta yang cerdas dan berkelanjutan,” paparnya.

Selama satu tahun kepemimpinan Gubernur Pramono dan Wakil Gubernur Rano, Pemprov DKI Jakarta memfokuskan program pada penguatan layanan dasar, keberlanjutan pendidikan dan bantuan sosial, perluasan kesempatan kerja, pengembangan layanan transportasi, serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan. (foto: Kominfotik DKI/rls/bch*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *