Mori  Minta BMKG Pertimbangkan Pelaksanaan Modifikasi Cuaca di NTB

Mori  Minta BMKG Pertimbangkan Pelaksanaan Modifikasi Cuaca di NTB

JAKARTA (Kastanews.com): Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mori Hanafi, meminta Badan Meteorologi dan Geofisika ( BMKG) mempertimbangkan pelaksanaan modifikasi cuaca sebagai langkah antisipatif dalam mengurangi intensitas hujan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Permintaan tersebut disampaikan menyusul perkembangan Bibit Siklon Tropis 91S yang telah meningkat menjadi Siklon Tropis Luana, sebagaimana diumumkan BMKG dan dipantau oleh TCWC Jakarta di wilayah Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sistem cuaca itu berpotensi meningkatkan curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah NTB dan sekitarnya.

Mori menyoroti kondisi di sejumlah kota dan kabupaten di NTB, di mana genangan air terus bertambah setiap kali hujan turun.

Menurutnya, jika hujan kembali meningkat akibat pengaruh sistem siklon tersebut, maka potensi banjir akan semakin besar dan meluas, terutama di kawasan permukiman serta pusat aktivitas masyarakat. Kondisi itu menunjukkan daya dukung lingkungan dan drainase di beberapa wilayah sudah berada pada batas maksimal.

“Langkah pencegahan harus dikedepankan. Ketika potensi cuaca ekstrem akibat pengaruh siklon sudah terdeteksi, intervensi berbasis teknologi seperti modifikasi cuaca patut dipertimbangkan demi meminimalkan risiko dan melindungi keselamatan masyarakat,” ujar Mori dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).

Ia juga mendorong koordinasi yang kuat antara BMKG, pemerintah daerah, serta instansi terkait agar langkah mitigasi yang diambil berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu menekan dampak bencana hidrometeorologi di NTB. (Dino/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *