JAKARTA (KASTANEWS.COM)- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap masalah utama percepatan pemulihan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).
Tito yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) itu menyebut bahwa lumpur mengeras menjadi salah satu masalah utama yang harus diselesaikan.
“Nah khusus yang sekarang ini kita melihat karena ini problemnya lumpur, lumpurnya juga masuk dan setelah itu nggak hujan mengeras,” kata Tito di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu (14/1/2026).
Oleh karena itu, Tito menyebut, personel TNI, Polri hingga taruna kementerian/lembaga dikerahkan pada wilayah yang bisa dimasuki oleh alat berat.
“Ini masuknya sudah sampai ke gang-gang, masuk ke rumah-rumah. Yang di jalan umum, tempat umum yang bisa masuk alat berat itu memang bisa dikerjakan alat berat. Tapi kalau yang di gang-gang, rumah-rumah, nggak bisa. Itu harus door-to-door man-to-man masuk ke sana sehingga perlu penambahan pasukan,” ujar mantan Kapolri itu.
Sebab itu, Tito menegaskan soal perlunya kekuatan fisik untuk melakukan percepatan pemulihan wilayah bencana alam tersebut.
“Dari yang kita punya potensi lain, ini kan perlu kemampuan fisik tapi juga bisa kemampuan teknis juga diperlukan di sana. Yang punya kemampuan fisik ini yang agak semi-militer ini sekolah kedinasan dan kita memiliki banyak sekolah kedinasan,” ucap Tito.
“Kemarin IPDN sudah mengirim 1.000 lebih, kemudian Badan Pusat Statistik ada 500, IMIPAS juga mengirim saya kurang tahu jumlahnya, tapi ini jumlah yang cukup masif sekarang ini adalah dari KKP 1.142,” ucapnya.(rah)
