JAKARTA (KASTANEWS.COM)- Bulan kesebelas di kalender 2025 menjadi panggung pembuktian yang manis bagi PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Di saat pasar otomotif kerap fluktuatif menjelang tutup tahun, Suzuki justru tancap gas mencetak rekor penjualan bulanan tertinggi sepanjang 2025.
Performa impresif ini ditandai dengan total penjualan ritel yang melampaui angka psikologis 6.000 unit, sinyal kuat bahwa strategi pabrikan berlogo “S” ini kian relevan dengan selera pasar tanah air. Secara akumulatif, total penjualan gabungan kendaraan komersial dan penumpang ini mencatatkan kenaikan 3 persen dibandingkan bulan Oktober.
Menariknya, dominasi produk lokal tak terbantahkan. Sebanyak 94 persen dari total unit yang terjual merupakan model rakitan dalam negeri (Completely Knocked Down/CKD), menegaskan posisi Indonesia sebagai basis produksi vital bagi Suzuki.
Suzuki New Carry masih kokoh memegang takhta sebagai “raja jalanan”. Segmen komersial ini menyumbang 52 persen dari total penjualan nasional, sedikit mengungguli segmen penumpang yang berada di angka 48 persen.
Si “Rajanya Pikap” ini mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 2 persen dibanding bulan sebelumnya. Wilayah Jabodetabek masih menjadi lumbung penjualan terbesar bagi kendaraan niaga ini, disusul secara berurutan oleh Jawa Timur, gabungan Jawa Tengah dan Bali, serta Jawa Barat. Ketangguhannya sebagai mitra bisnis rupanya masih sulit digoyahkan oleh kompetitor.
Namun, sorotan utama di bulan November justru tertuju pada segmen mobil penumpang. Dua nama besar, Suzuki Fronx dan New XL7, tampil sebagai kontributor volume terbesar dengan masing-masing model stabil terjual di atas 1.000 unit.
Secara khusus, Suzuki Fronx sukses mencuri panggung. Mobil ini menahbiskan diri sebagai SUV 2 baris terfavorit sekaligus mobil penumpang terlaris di jajaran Suzuki dengan total penjualan menembus 1.100 unit. Kontribusinya sangat masif, mencapai 38 persen dari total penjualan mobil penumpang Suzuki.
Tak hanya model mainstream, model niche pun ikut unjuk gigi. Si mungil S-Presso mencetak lonjakan pertumbuhan tertinggi sebesar 24 persen, sementara legenda off-road Suzuki Jimny turut terkerek naik 13 persen dibanding bulan Oktober.
Serupa dengan segmen komersial, pasar mobil penumpang Suzuki juga paling subur di Jabodetabek, diikuti Jawa Timur, Jawa Barat dan Bali, serta Jawa Tengah.
Data penjualan November 2025 juga menyingkap fakta menarik tentang pergeseran preferensi konsumen Indonesia menuju kendaraan ramah lingkungan. Kontribusi penjualan model Hybrid Suzuki—yang meliputi Fronx, New XL7 Hybrid, All New Ertiga Hybrid, dan Grand Vitara—mencapai angka dominan 62 persen dari total penjualan segmen mobil penumpang.
Jika dibedah lebih dalam, Suzuki Fronx menjadi penyumbang terbesar di segmen elektrifikasi ini dengan porsi 48 persen, disusul ketat oleh New XL7 Hybrid sebesar 42 persen.
Sementara itu, All New Ertiga Hybrid dan Grand Vitara masing-masing menyumbang 5 persen. Fakta paling mencolok datang dari Fronx itu sendiri.
Dari seluruh unit Fronx yang terjual, sebanyak 78 persen di antaranya adalah varian hybrid. Angka ini menjadi bukti valid bahwa teknologi Smart Hybrid Suzuki bukan sekadar pelengkap, melainkan fitur utama yang dicari dan dihargai oleh konsumen Indonesia saat ini.(rah)
